PENERIMAAN MURID BARU

12 Mei, 2008 - Leave a Response

Paguron Gadjah Puith Jati Wisesa menerima murid baru.

Bagi yang berminta dapat datang langsung ke

Sekretariat Paguron Gadjah Putih Jati Wisesa

Jl. Cisirung No 45 RT 03 RW 02

Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, 40256

Telp. 022-5210200, 022-92429234

Silaturahmi Keluarga Besar GPJW

7 April, 2008 - Leave a Response

SILATURAHMI KELUARGA BESAR GADJAH PUTIH JATI WISESA

Keberadaan Gadjah Putih Jati Wisesa dengan segala aktivitasnya yang mengemban misi menjaga, melestarikan serta mengembangkan ajaran seni bela diri silat yang merupakan warisan leluhur adalah suatu keharusan. Sebagai pelanjut dan pengemban misi, Gadjah Putih Jati Wisesa harus tampil sebagai generasi pembaharu, yang memiliki ketahanan fisik dan mental yang tinggi, dan berilmu.

Sesuai dengan wataknya yang aktif, kreatif, edukatif dan dinamis, Gadjah Putih Jati Wisesa dituntut untuk senantiasa mengembangkan seni bela diri silat dengan langkah-langkah yang akurat dan berwawasan masa depan dengan tetap berpegang teguh pada ajaran pendirinya.

Sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa perjuangan merupakan perpaduan dan kerjasama yang erat dari seluruh komponen perjuangan.

Gadjah Putih Jati Wisesa adalah generasi yang harus berkiprah pada masa kini dan pada masa yang akan datang. Kiprahnya pada saat ini mengharuskan untuk siap menghadapi dan memberi solusi terhadap permasalahan yang ada, baik itu didunia persilatan atau dilingkungan sekitarnya. Sedangkan kiprahnya di masa yang akan datang akan sangat tergantung kepada langkah-langkah pada saat ini.

Dalam hal ini mutlak adanya suatu langkah nyata untuk mempertemukan seluruh komponen Gadjah Putih Jati Wisesa. Maka setelah mendapat restu dari Pinisepuh GPJW, H.M.A. Wajihadin, dan Guru Besar GPJW, Ahmad Sadeli, pengurus harian paguron mengadakan acara Silaturahmi Keluarga Besar Gadjah Putih Jati Wisesa pada hari Minggu 27 Januari 2008 di rumah Bapak Isep Suwargana (alm), jl Cisirung No. 45 RT 03 RW 02.

Dalam acara itu juga diadakan pemberian PAKSI GPJW dari Pinisepuh dan Guru Besar kepada Uu Supardi sebagai tanda restu mereka dengan terbentuknya Paguron Gadjah Putih Jati Wisesa, juga pemberian vandle kepada koordinator untuk masing-masing sektor (kecamatan) diseluruh Jawa Barat oleh Guru Besar GPJW.

Gadjah Putih Jati Wisesa adalah salah satu Seni Bela Diri Silat yang ada di negara Indonesia. Walaupun kepengurusan paguron masih belum lama terbentuk, namun gaung Gadjah Putih Jati Wisesa sudah lama terdengar bahkan sampai ke manca negara.

Sejak tahun 1990, Gadjah Putih Jati Wisesa telah mengirimkan instruktur untuk mengajarkan ajaran seni bela diri silat Gadjah Putih Jati Wisesa di luar negeri, diantara ke Amerika Serikat, Venezuela, Canada dan banyak negara lainnya.

Pada acara tersebut diperkenalkan Instruktur Gadjah Putih Jati Wisesa di luar negeri tersebut bernama RUDY WIRANATAKUSUMAH

Sejarah Gadjah Putih Jati Wisesa

21 Februari, 2008 - Leave a Response

SEJARAH SINGKAT “GADJAH PUTIH JATI WISESA”

Gadjah Putih Jati Wisesa adalah salah satu Seni Bela Diri Silat yang ada di negara Indonesia. Walaupun kepengurusan paguron masih belum lama terbentuk, namun gaung Gadjah Putih Jati Wisesa sudah lama terdengar bahkan sampai ke manca negara.

Gadjah Putih Jati Wisesa terlahir dari rasa tanggungjawab untuk meneruskan hasil perjuangan leluhur / pendiri seni bela diri pencak silat adalah Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka (GPMPP). Seni tradisional bela diri urang sunda ini didirikan dan dideklarasikan pada tahun 1959 oleh guru besar, (alm) H. DJAENUDIN, warga Kp. Gegerpasang, Desa Sukarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.

Setelah dideklarasikan secara resmi, seni bela diri ini secara perlahan-lahan mengalami perkembangan dan banyak warga yang mulai mencintai dan melestarikan seni bela diri ini, dengan cara ikut bergabung menjadi anggota atau murid di Paguron Gadjah Putih. Tujuan mereka adalah selain untuk berolah raga menjaga kesehatan badan, juga untuk menjaga diri.

Seni bela diri pencak silat Gadjah Putih ini, dari tahun ke tahun anggotanya terus bertambah. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya jumlah anggota atau warga yang ikut berlatih. Setelah perkembangan Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka dirasakan sudah cukup pesat, maka pada tahun 1983 H. Djaenudin mengundurkan diri dari kepengurusan dan beliau kembali ke Paguron, yang selanjutnya organisasi dipimpin oleh A. Wajihaddin sampai tahun 1989, kemudian pada tahun 1990 A. Wajihaddin kembali ke paguron lalu pada saat itu H. Djaenudin memberikan wasiat (surat pernyataan) kepada A. Wajihaddin dengan disaksikan oleh murid-murid H. Djaenudin lainnya agar yang bersangkutan (A. Wajihaddin) meneruskan dan mengembangkan ajaran beliau.

Seiring dengan berjalannya waktu perkembangan seni bela diri ini mengalami kevakuman dan tidak begitu terdengar gaungnya, terlebih sepeninggalnya guru besar, pendiri dan deklarator Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka, (alm) H. Djaenudin, seni bela diri pencak silat Gadjah Putih seperti hilang ditelan jaman.

Pada tahun 1991, empat orang murid dari A. Wajihaddin menghadap beliau, yaitu :

Uu Supardi

Asep Tresna A

Ade “Ucok” Supriadi

Dedeth R Fitri

Mereka berempat mengusulkan kepada beliau agar dibentuk suatu wadah beserta pengurusnya untuk meneruskan organisasi yang pernah dipimpinnya tetapi dengan nama yang menunjukan jati diri paguron yang bersifat gerakan pembaharuan.

Maka setelah beberapa kali diadakan musyawarah di rumah A. Wajihaddin dan juga melibatkan murid yang lain (selain empat serangkai tadi), maka tanggal 19 september 1991 bertempat di Gg. Mucang No. 45 Bandung, disepakatilah untuk membentuk paguron dengan nama JATI WISESA, yang artinya KEKUATAN MURNI.

Setelah terbentuknya paguron JATI WISESA, maka kegiatan latihan seni bela diri silat mulai digiatkan kembali. Paguron JATI WISESA dipusatkan di Kp. Cisirung No. 47 RT 03 RW 02, Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung.

Seiring dengan berjalannya waktu dan setelah melalui pembahasan yang lebih mendalam lagi, maka sebagai penghormatan kepada salah satu Guru dari A. Wajihaddin, yaitu alm H. Djaenudin yang telah memberikan wasiat kepada beliau untuk meneruskan ajaran-ajarannya, maka dengan tidak merubah maknanya nama paguron JATI WISESA ditambahkan menjadi GADJAH PUTIH JATI WISESA, dengan moto

Elmu Ampuh Mun Teu Angkuh,

Jati Diri Nu Illahi,

Usik Sajati Kersaning Gusti

Sesuai dengan sifatnya, paguron Gadjah Putih Jati Wisesa bukanlah paguron baru tetapi paguron pembaharu, karena ajaran yang diberikan kepada murid-murid sama dengan ajaran H. Djaenudin, yang terdiri dari 24 jurus, yaitu :

  1. Jurus
  2. Susun
  3. Potong
  4. Sikut
  5. Depan Potong
  6. Depan Sikut
  7. Simur
  8. Selup
  9. Tebang Atas
  10. Tebang Bawah
  11. Sangkol
  12. Alip Sangkol
  13. Sentak
  14. Gendong Macan
  15. Kwitang
  16. Kiprat
  17. Stembak
  18. Serong
  19. Alip Catok
  20. Alip Naga Berenang Kedet
  21. Dongkari Tunggal
  22. Kepruk Dongkari
  23. Tending Besok Paksi Muih
  24. Alip Tilep Leungit
  25. Lube

Menyadari akan pentingnya suatu kegiatan itu terorganisir dengan baik, maka pada tanggal 19 September 2006 bertempat di Rumah alm Bapak Isep Suwargana, Kp. Cisirung No. 45 RT 03 RW 02, Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. dibentuklah kepengurusan paguron Gadjah Putih Jati Wisesa.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.